Part of 1
Saat pulpen telah habis pena dan buku mulai basah oleh rintik air hujan. Gagasan tak lagi bisa di tuangkan, hanya tersimpan dalam benak dan harus dengan perasaan agar memiliki kesan yg tak terlupakan.
Lahh.. Pas lagi butuh inspirasi kok malah mantan yg disebutkan
Bukanya ga bisa melupakan! Ya karna emang lagi lewat aja di depan
Terus dia lagi sama orang hutan, Hehhehe maksudnya gebetan.
Senyum membunuh kayak setan, tapi tak ku hiraukan karna gue udah punya pasangan bahakan malah tunangan
Sudah lima gelas kopi di habiskan. Namun inspirasi belum juga di temukan dan hanya bisa pasrah pada tuhan semoga di berikan pencerahan.
Part of 2
Akhir bulan, belum gajian, dapat undangan nikahan
Gak cuma satu tapi delapan
Mikir belum bayar kos-kosan. Kepala pusing gak karuan.
Mau kasbon duluan, ehh malah di tagih cicilan
Ahh! Mending saya liburan
Untuk menghilangkan kebosan.
Di hutan sendirian, ga sama gebetan bahkan mantan. Karna jomblo udah dari tahun duaribu sembilan. Ahh sudahlah, tidak usah di pikirkan nanti kebablasan. Hanya menambah beban..
Ueduiiaannn